Minggu, 29 Mei 2011

Eakonomi Islam Kajian Ekonomi Qur'ani

Ekonomi Islam Suatu Kajian Ekonomi Qur’ani
Dalam sejarah peradabannya manusia selalu di hadapkan pada persoalan – persoalan tertentu yang akan berbeda di antara mereka dalam menyikapinya. Terutama dalam persoalan ekonomi, manusia dihadapkan pada pilihan – pilihan tertentu, rasio – rasio dengan asumsi berbeda, dengan tujuan berbeda dalam kehidupannya. Manusia sebagai makhluk utama yang memiliki kelebihan akal dan hawa nafsu di beri keleluasaan bertindak dan memilih apa yang menjadi goal destination dalam kehidupannya.
System perekonomian yang sudah ada menawarkan berbagai solusi, problem solving dalam kehidupan manusia, mengatur manusia dalam segala aktivitas ekonominya. Ekonomi islam yang sebenarnya hadir jauh sebelum system – system yang ada berlangsung, menjadi pilihan tersendiri bagi manusia untuk menjalankan roda perekonomian dalam kehidupan. Berbeda  halnya dengan ekonomi konvensional rancang bangun ekonomi islami berdasarkan pada telaah Al-Qur’an & Al-Hadits yang menjadi dasar – dasar syari’at yang pertama dan paling utama.
 dimana alqur’an sebagai sumber meningkatkan dan mengembangkan pendidikan islam dalam berbagai dimensi dalam kehidupan manusia. Mencakup semua aspek perekonomian yang tumbuh kembang dalam jiwa manusia.
Add caption

Kemudian perspektif berbeda justru muncul mengetahui ada perbedaan diametral antara paradigm ekonomi konvensional dan paradigm yang mendasari ekonomi islam, yang keduanya tidak mungkin akan di kompromikan karena pandangan masing – masing yang berbeda.
Dalam tataran ini ekonomi muslim tidak memiliki perbedaan pendapat yang berarti, namun ketika sudah menyentuh tentang penjelasan konsep ekonomi islam, sejauh ini para ekonom muslim mengklasifikasikan menjadi 3 mdzhab sebagai berikut :
  • Madzhab Iqtishoduna, yang di pelopori oleh Baqir as-Sadr yaitu sebuah madzhab yang memandang bahwa ekonomi islam tidak pernah sejalan dengan ekonomi konvensional, oleh karenanya keduanya berasal dari filosofi yang kontradiktif yang tidak dapat disatukan. Madzhab ini menganggap perbedaaan ekonomi islam dengan ekonomi konvensional adalah sudut pandang yang menyatakan bahwa masalah utama ekonomi bukan berasal dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedang sumber daya terbatas tetapi lebih kepada pada distribusi yang tidak merata dan tidak adil.
  • Madzhab mainstream, dipelopori oleh Mannan dan Chapra. Sama halnya dalam teori konvensional madzhab ini menyebutkan bahwasannya masalah utama ekonomi adalah scarcity, dimana keinginan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan (sumber daya) terbatas, hanya perbedaannya adala pada level mana seseorang menyikapi dan meneyelesaikan permasalahan tersebut, dengan penentuan skala prioritas yang berdasarkan tuntunan agama atau syari’at islam.
  • Madzhab Alternatif Kritis, madzhab yang di pelopori oleh Timur Kuran, yang keluar dari kedua madzhab tersebut dan menantang serta mengkritik madzhab yang ada, madzhab ini menyatakan bahwa islam pasti benar tetapi ekonomi islam belum tentu benar karena ekonomi islam merupakan tafsiran manusia atas Alquran dan assunnah sehingga kebenarannya tidak mutlak.
Prinsip Ekonomi Islam
Prinsip – prinsip dalam ekonomi islam membentuk keseluruhan kerangka ekonomi islami yang jika di ibaratkan sebagai bangunan dalam visualisasi berikut :ccc
Nilai – Nilai Universal Teori Ekonomi Islam
  1. freedom to act
  2. social justice
  3. multyple ownership

Di dalam ekonomi islam terdapat nilai – nilai yang menjadi dasar sendi perekonomian nilai – nilai tersebut adalah : 
  • Tauhid, merupakan fondasi dasar ajaran islam.
  • ‘Adl (adil), sifat dasar Allah sebagai pencipta yang maha adil, untuk itu sebagai  refleksi manusia untuk berbuat adil dan tidak menddalmi satu sama lain.
  • Nubuwwah, merupakan cerminan sifat – sifat kenabian yang mencakup keseluruhan sifat Rasul yaitu siddiq, amanat, tabligh, fathanah.
  • Khilafah, sifat kepemimpinan yang merupakan anugerah Allah untuk manusia sebagai khalifah yang memimpin bumi.
  • Ma’ad, yaitu kebangkitan atau kembali yang mempunyai pengertian bahwa segala sesuatu ini akan kembali pada Allah.

Senin, 16 Mei 2011

ANTROPOLOGI TINJAUAN ONTOLOGI STUDY ISLAM

Kebudayaan, bahasa, agama, politik dan teknologi merupakan kajian antropologis yang tidak hanya melihat seni tersebut sebagai sesuatu dengan nilai seni tetapi mencakup unsur - unsur terbentuknya seni itu.tidak hanya mendalami seni sebagai seni "l'art pour l'art", tetapi melihat seni sebagai bagian dari kehidupan manusia "l'art pour tendence".
antropologi menelaah kajian - kajian tentang manusia, kebudayaannya serta pada taraf hakikat keilmuan tersebut dengan pandangan universal mengenai keberadaan dan ketiadaan sebuah phenomena (pandangan teologis).
pembahasan ontologi melihat secara radix sehingga mendapatkan sebuah pandangan unversal tentang keilmuan, menjelaskan apakah eksistensi sama dengan materi termasuk berbagai phenomenanya, ataukah materi hanya bagian dari keberadaannya.
dalam pembahasan antropologi menjelaskan masalah hakikat manusia apakah hanya terdiri dari badan yang dapat di indrai atau juga memiliki ruh yang bersifat non materi yang tidak dapat di indra.
dan akhirnya, awal dan akhir manusia memiliki keterikatan dan menjelaskan bahwa Tuhan mengarahkan manusia pada kebahagiaan yang nyata, abadi
eksistensi antropologi - teologis secara ontologi melihat keberadaan manusia sebagai budaya yang di gerakkan oleh Tuhan yang memiliki keterikatan. agama, bahasa, kebudayaan, teknologi, politik merupakan produk fenomena keilmuan antropologi yang pemanfaatannya harus dilakukan dengan bijak sehingga pada akhirnya manusia akan mencapai anugerah dan nilai tertinggi.

Selasa, 10 Mei 2011

Rasio Keuangan

rasio keuangan  merupakan salah satu analisa keuangan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan pada rate tertentu, perusahaan menggunakan rasio keuangan untuk melihat estimasi biaya pada periode - periode tertentu, berbagai rasio keuangan yang sering di gunakan sebagai berikut :
  1. Rasio Likuiditas
  2. Rasio Profitabilitas
  3. Rasio Solvabilitas
  4. Rasio Pasar/Book Market

Kamis, 28 April 2011

just to think better

terkadang peluh dan rasa sakit mungkin akan terus membayangi rasa manusia.... kita tidak akan menghindarkan diri dari penyakit tersebut. manakala kita terbiasa meladeni penyakit tersebut dia akan terus bersarang di hati dan menjadi penguasa atas hati. terkadang berfikir untuk melepaskan diri dari jerat yang demikian tapi terasa sulit, karena kadung terikat dan terbiasanya dengan perasaan mengeluh, sakit atas segala yang di beri Tuhan kepada kita.mungkin pada saat jatuh, sakit mengeluh adalah hal yang biasa....... tapi tahukah itu membuat pudarnya kecintaan kita kepada yang Maha Pencipta.
menjadi tidak wajar manakala penyakit tersebut menimbulkan ketidaksenangan dengan lingkungan sekitar, merasa tidak bahagia dengan kehidupan bahkan mencaci, menyalahkan dan terus memaki dalam hati atau bahkan telah teraplikasi.
sadar atau tidak sadar setiap manusia akan selalu di liputi rasa yang demikian..... saat merasa terpuruk, saat jath kadang membuat seorang lupa atau sering membuat mereka baru menyadari kesalahan dan kekurangannya, tetapi tak pelak pula banyak protes, banyak makian yang terlontar
otak menstimulus manusia berfikir atas apa yang dilihat, di raba, dirasa..... untuk kemudian membuat sebuah tindakan, untuk menuju  kebenaran atau sebuah kesalahan. berfikir tentang apa yang di lakukan, berfikir mengapa dan kenapa adalah otak yang menstimulus pikiran manusia. lalu manakala otak menstimulus berfikir tentang rasa sakit rasa perih hati akan terus memeberikan rasa itu, mencoba memunculkan segala sesuatu yang terasa sakit..... terasa tidak mengenakkan.tetapi ketika otak berusaha menstimulus pikiran kita dengan rasa bahagia pikiran positif hati kita akan mencoba memunculkan sesuatu yang mempunyai gairah positif untuk kita.
pikiran aku selalu di dominir oleh otak yang memberikan rangsangan terhadap apa yang kita lihat, kita raba, kita rasa. hanya bagaimana kita memilih untuk lebih mengoptimalkan bagian rasa mana yang seharusnya kita beri porsi lebih besar untuk menjadi power dalam diri kita.......
jawabannya pasti. just to think better......



konsep rasionality dalam ekonomi islam